Monday, June 11, 2012

Laporan Praktikum Pengenceran

0 komentar
Dasar Teori

Pengenceran adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi) dengan cara
menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir yang lebih besar. Jika larutan senyawa kimia
yang pekat diencerkan, kadang-kadang sejumlah panas dilepaskan. Hal ini terutama dapat
terjadi pada pengenceran asam sulfat pekat yang harus ditmbahkan ke dalam aquade, buka
sebaliknya. Jika air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, panas yang dilepaskan sedemikian
besar yang dapat menyebabkan air menmdadak mendidih dan menyebabkan asam sulfat
memercik. Dan percikan asam sulfat ini berbahaya untuk kulit. (Khopkar, 1990)
Larutan adalah campuran homogen antara terlarut dan pelarut. Pelarut yang umumnya
digunakan adalah air. Untuk menyatakan zat pelarut dan terlarut dikenal istilah konsentrasi.
Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dengan beberapa cara seperti persen perberat (%/w),
persen per volume (%/v), molaritas, molalitas, ppm, dan fraksi mol. (Anonim, 2009)
Pengenceran yaitu suatu cara atau metoda yang diterapkan pada suatu senyawa dengan
jalan menambahkan pelarut yang bersifat netral, lazim dipakai yaitu aquades dalam jumlah
tertentu. Penambahan pelarut dalam suatu senyawa dan berakibat menurunnya kadar
kepekatan atau tingkat konsentrasi dari senyawa yang dilarutkan/diencerkan. (Brady, 1999)
Apabila larutan lebih pekat, sesuaikan konsentrasi larutan yang diketahui dengan satuan
yang diinginkan, jumlah zat terlarut sebelum dan sesudah pengenceran adalah sama. (Anonim,
2009)
Dalam perjalanan sehari-hari di labolatorium biasanya menggunakan larutan yang lebih
rendah konsentrasinya dengan menambah pelarutnya. Banyak labolatorium membuat larutan
senyawa yang pekat dengan menambah aquades, biasanya ini sangat ekonomis, biasanya
larutan ini sangat pekat dan harus diencerkan. Proses pengenceran adalah pencampuran larutan
pekat (konsentrasi tinggi) dengan menambah pelarut agar diperoleh volume akhir yang besar.
(Brady, 1999)
Dalam pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu sering dihasilkan konsentrasi
yang tidak kita inginkan. Untuk mengetahui kponsentrasi yang sebenarnya perlu dilakukan
standarisasi. Standarisasi biasanya dilakukan dengan titrasi. Zat-zat yang didalam jumlah relativ
besar disebut pelarut. (Baroroh, 2004)
Proses pengenceran menjadi volume yang diketahui dan menghilangkan satu porsi titrasi
dinamakan mengambil alkoat. Perhitungan yang melibatkan pengenceran bersifgat langsung dan
simpel, karena tidak ada reaksi kimia terjadi jumlah mol larutan dalam larutan asal harus sama
dengan jumlah mol larutan final. (Day, 2005)
Dalam kimia, pengenceran diartikan pencampuran yang bersifat homogen antara zat
terlarut dan pelarut dalam larutan. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut zat
terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain
dalam larutan disebut pelarut atau solven (Gunawan, 2004)

Untuk kelanjutan dari laporan ini dapat di download disini
---------------------------------
Laporan Praktikum Pengenceran
---------------------------------

Leave a Reply